Jenis-Jenis Kayu Untuk Furnitur

on Jumat, 07 Januari 2011

forestry group | Jenis-Jenis Kayu Untuk Furnitur | Pada zaman dulu, furnitur banyak yang terbuat dari kayu utuh tanpa sambungan, sehingga lebih tebal dan kokoh. Lama-lama persediaan kayu menipis. Furnitur dari kayu utuh pun menjadi sangat jarang dibuat. Sebagai gantinya, dibuat dengan kayu yang disambung-sambung. Bila seratnya kurang bagus bisa diberi lapisan di atasnya (misalnya PVC atau veneer). Dengan kemajuan teknologi, saat ini limbah kayu juga dapat dimanfaatkan. Sisa kayu bisa diolah menjadi kayu lapis (plywood), blockboard, MDF (medium density fiberboard), dan particle board.


1.      KAYU JATI

  •  Jati merupakan jenis kayu yang berkualitas prima. Jenis kayu ini banyak diminati karena memiliki tekstur dan serat yang khas. Bentuk uratnya tegas dan lebar-lebar. Warnanya coklat tua, tetapi pada jati muda warna coklatnya lebih pucat. Karena tampilannya yang khas tersebut, furnitur berbahan jati biasanya bergaya etnik, klasik, dan mewah. Selain tampilannya yang menarik, kayu jati juga memiliki daya tahan lebih kuat dibanding jenis kayu lainnya. Akan tetapi lebih berat.




sumber gambar = http://wb4.indo-work.com/pdimage/55/613955_papan_jati.jpg


  • Saat ini ada beberapa jenis kayu jati yang dibedakan berdasarkan asalnya, seperti jati Jawa Timur, jati Jawa Tengah, dan jati Jawa Barat. Jati asal Jawa Timur lebih kuat dibanding jati asal Jawa Tengah atau Jawa Barat.
  • Agar keindahan serat dan urat kayu tetap terlihat alami, finishing-nya bisa menggunakan politur, melamik, atau PU (polyurethane).





sumber gambar =
  • Bahan baku yang semakin langka menyebabkan harganya terus melambung. Sebagai gambaran, sebuah sofa yang terbuat dari kayu jati dengan finishing melamik, harganya bisa 3 – 4 kali jika menggunakan bahan jenis kayu sungkai.

2.      KAYU SUNGKAI

  • Jenis kayu ini semakin populer penggunaannya sebagai alternatif pengganti kayu jati. Memiliki alur urat kayu beraturan. Warnanya jauh lebih terang dibanding jati. Harganya pun jauh lebih murah, tetapi masih lebih mahal dibanding kayu nyatoh. Meski seratnya lebih lunak dibanding jati, kayu sungkai cukup baik dan kuat sebagai bahan furnitur dalam ruangan.



sumber gambar =
http://wb4.indo-work.com/pdimage/21/270321_kitchensetibulili_resize_resize.jpg

  • Untuk mempertahankan agar karakter kayu tetap terlihat, finishing kayu sungkai sebaiknya menggunakan bahan yang transparan, seperti politur, malamik, atau polyurethane.
3.      KAYU NYATOH
  • Kayu ini disebut juga sebagai jenis kayu jati muda yang berasal dari Riau. Keunggulannya terletak pada daya tahan terhadap serangan rayap dan tahan lama. Kayu nyatoh juga memiliki guratan-guratan serat kayu yang khas. Serat kayunya berwarna coklat muda. Oleh karenanya tak heran jenis kayu ini menjadi pilihan sejumlah produsen furnitur untuk menghasilkan beraneka perabot berkualitas.


sumber gambar = 



sumber gambar = http://www.beds.sg/Images1/280.Jpg

4.      JATI BELANDA

  • Kayu ini lebih akrab disebut sebagai kayu peti kemas, karena sering digunakan untuk mengemas barang-barang impor. Sebagai bahan furnitur, kayu ini sudah diminati sejak dulu sampai sekarang. Daya tarik utama kayu yang berwarna kuning muda ini terletak pada alur urat dan mata kayunya. 


sumber gambar =




  • Agar mata kayu tidak merusak penampilan perabot, maka proses penyerutan harus dilakukan secara manual dengan alat serut yang ramping dan tajam.
  • Kelebihan jati belanda, khususnya bekas bongkaran peti kemas, terletak pada kadar airnya yang sudah rendah, sudah sesuai standar luar negeri. Dampak positifnya, kayu ini lebih tahan terhadap serangan rayap. Selain itu, kayu jati belanda harganya relatif lebih murah dibanding beberapa jenis kayu solid lainnya
5.      KAYU LAPIS (PLYWOOD)
  • Kayu ini termasuk jenis kayu olahan, terbuat dari lembaran kayu tipis yang direkatkan dengan tekanan tinggi menggunakan perekat khusus.


sumber gambar =
bp1.blogger.com/.http://iwananashaya.multiply.com/dayI6oXlcgA/s200/plywood.jpg
  • Plywood tersedia dalam beberapa ketebalan: 3 mm, 4 mm, 9 mm, dan 18 mm. Sedangkan panjang dan lebarnya 240 cm x 120 cm.
  • Oleh karena plywood mempunyai permukaan polos dan tidak memiliki serat yang khas, kayu lapis ini diberi pelapis tambahan saat akan digunakan sebagai bahan furnitur.
  • Di pasaran, nama plywood lebih dikenal sebagai tripleks atau multipleks.
6.      BLOCKBOARD
  • Blockboard merupakan potongan kayu berbentuk kotak kecil-kecil (sekitar 4 – 5 cm) yang dipadatkan dengan mesin dan diberi pelapis, sehingga menjadi lembaran menyerupai papan.


sumber gambar =


  • Blockboard tersedia dalam dua ketebalan, yaitu 15 mm dan 18 mm. Sedangkan panjang dan lebarnya seperti lembaran tripleks, yaitu 240 cm x 120 cm.
  • Bahan ini sekarang banyak diminati untuk lemari atau rak karena harganya yang ekonomis.


sumber gambar =


  • Dikarenakan blockboard mempunyai pelapis polos, kayu olahan ini diberi pelapis tambahan saat akan digunakan sebagai bahan furnitur. Misalnya pelapis jati (teak) pada blockboard, menghasilkan kayu yang disebut sebagai teakblock. Selain itu, ada juga blockboard yang diberi pelapis sungkai dan namanya menjadi teakblock lapis sungkai. Karena terbuat dari potongan kayu (dan biasanya kayu lunak), bahan ini tidak terlalu kuat dibandingkan kayu lapis (plywood). Tetapi untuk rak pajang, rak buku, atau kitchen set, bahan ini cukup kuat, setidaknya lebih kuat dibandingkan particle board.
7.      KAYU MDF
  • MDF (medium density fiberboard) merupakan kayu olahan yang dibuat dari bubur kayu yang dicampur dengan bahan kimia tertentu lalu dipadatkan menggunakan media lem. Proses pengeringannya bersuhu hingga 1.800 derajat celcius. Bentuk akhir MDF berupa papan atau lembaran yang siap dipotong sesuai kebutuhan. Seperti untuk tempat tidur, hiasan TV, meja, dan lain-lain.


sumber gambar =
  •  Bahan baku MDF diperoleh dari kayu perkebunan (plantation wood), sehingga tidak merusak kayu hutan yang ada. Kayu yang diambil untuk MDF bukan dari jenis yang sering dipakai untuk furnitur seperti jati, ramin, mahoni, dan lainnya. Sehingga dilihat dari nilai ekonomis, MDF lebih terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.
  • Untuk menghasilkan tampilan yang menarik, finishing akhir MDF menggunakan beberapa lapisan, seperti veneer (irisan kayu tipis), PVC (poly vinyl carbonate), paper dan fancy laminated. Finishing tersedia dalam berbagai tekstur, baik yang menyerupai tekstur kayu alami maupun tekstur lain. MDF memiliki tekstur finishing yang tidak terbatas dan warna yang bervariasi.


sumber gambar =



  • Furnitur yang memakai bahan MDF biasa dipakai untuk furnitur praktis, seperti dengan sistem knockdown. Sistem ini digunakan hampir di semua industri furnitur dengan perekatan yang menggunakan batang kayu atau plastik kecil (dowel) dan connecting bolt yang membuat produk dapat dibongkar pasang dengan mudah.

8.      PB (PARTICLE BOARD / CHIPBOARD)
  • Sama seperti plywood dan blockboard, particle board juga termasuk jenis kayu olahan. Bahan pembuat dan proses pembuatannya juga mirip dengan kayu MDF. Bedanya terletak pada bahan baku. Particle board terbuat dari serbuk kayu kasar yang dicampur bahan kimia tertentu dan dipadatkan menggunakan media lem kemudian dikeringkan dengan suhu tinggi. Bentuk akhir particle board juga berupa papan atau lembaran yang siap dipotong sesuai kebutuhan.


sumber gambar =






sumber gambar =



 http//www.fanimardatilasari@yahoo.co.id/blogger.com

0 komentar:

Poskan Komentar